Apa kabar Visi 75-100 PLN (mampukah kita mewujudkan aspek kelistrikan kepada seluruh rakyat Indonesia?)

Tahun 2007 yang silam, PLN memproklamirkan keinginan atau impiannya yaitu Visi 75/100 yang diartikan sebagai keinginan PT PLN (Persero) untuk mencapai ratio elektrifikasi 100 persen dan akses terbuka bagi para pemakai listrik di tahun ke 75 Indonesia merdeka yakni pada tahun 2020. Dengan asumsi bahwa pada tahun 2020 nanti penduduk Indonesia diperkirakan menjadi 260 juta jiwa (1,16 persen per tahun melalui keberhasilan program Keluarga Berencana), dan jumlah orang dalam rumah tangga menjadi sekitar 3,8 orang, maka untuk mewujudkan impian visi tersebut PT PLN perlu membangun pembangkit baru rata-rata 3.500 MW per tahun, jarring transmisi sepanjang 2.700 km sirkit serta penambahan pelanggan sebanyak 3 – 3.5 juta per tahun. Tentu saja hal ini membutuhkan anggaran yang cukup besar yang juga menuntut peningkatan kinerja perusahaan disegala hal.

Mengingat masalah krisis listrik saat ini boleh dibilang merata di hampir seluruh wilayah Indonesia, maka faktor penyebaran dan pemerataan pembangunan infra struktur ketenagalistrikan juga sangat menentukan dalam menanggulangi krisis listrik ini.

Disisi lain, bangsa dan negara ini harus menghadapi masa depan dengan semakin langkanya sumber sumber energi konvensional (thermal). Untuk sektor ketenagalistrikan pencapaian visi 75/100 tidak boleh mengabaikan kebijakan diversifikasi, dan memerlukan skenario diversifikasi yang mengarahkan perubahan komposisi energi primer yang menihilnya penggunaan BBM dan peningkatan peran batubara & panas bumi.

Untuk merealisasikan hal diatas diperlukan dukungan berbagai kebijakan pemerintah yang kuat terutama dalam kaitan pengamanan pasokan batubara dan gas serta pengembangan sumber energi panas bumi, agar dapat diandalkan untuk pembangkitan tenaga listrik.

Skenario diversifikasi sumber energy bagi PLN akan terfokus pada:
1. Upaya peningkatan peran batubara sampai pada tingkat tertentu (melalui pembangunan PLTU 10 000 MW dan seterusnya).
2. Memaksimalkan volume pemakaian gas sebagai upaya pengurangan pemakaian BBM, melalui pengurangan ekspor gas alam, yang akan berdampak langsung pada besar subsidi APBN .
3. Upaya peningkatan pemanfaatan panas bumi sebagai energi terbarukan yang tercatat memiliki cadangan terbukti hampir sebesar 9,000 MW sedangkan yang terpasang hingga kini hanya 800 MW
4. Menyetop pengrusakan hutan agar tetap dapat dijadikan penahan debit air untuk pembangkit listrik tenaga air
5. Memulai program pengurangan BBM dengan mendorong pemakaian bio fuel, yang pada saat awal tidak terlalu berarti, namun dapat dijadikan sebagai tahap pembelajaran.

Dengan kondisi seperti diatas maka mewujudkan mimpi agar seluruh rakyat Indonesia dapat mengakses tenaga listrik bukanlah hal mudah. Mampukah dikejar kalau gerak pembangunan ekonomi kita masih jalan ditempat terus, tak bersinergi karena ditelan hiruk pikuk politik dan pesta demokrasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s