Proyek PLN 10,000 MW Tersandera Merpati

Tampaknya krisis pasokan listrik di Indonesia masih akan berlangsung lama, karena bank-bank China ternyata menyandera pendanaan proyek pembangkit listrik PLN 10.000 MW dengan alasan bahwa BUMN kita, Merpati telah menahan pembelian pesawat. Untuk itu pemerintah China meminta Indonesia bereskan dulu masalah Merpati dan kemudian baru akan cairkan dana untuk proyek 10.000 MW. Jika masalah tersebut tidak segera diselesaikan oleh pemerintah RI maka dapat dipastikan bahwa pendanaan pembangunan proyek listrik 10.000 MW akan terhambat.

Di tahun 2006 Merpati menandatangani kontrak pembelian 15 pesawat dari Xian Aircraft Industry Company Ltd. Kontrak pengadaan dilakukan pada 7 Juni 2006, dan dua dari 15 pesawat pesanan telah tiba di Jakarta pada 6 September 2006, tetapi hingga kini Merpati belum mengambil sisa pesawat yang dipesan.

Namun, karena merasa harga pembelian sebesar 15 juta dolar AS dinilai terlalu tinggi, maka Merpati berencana untuk menegosiasi ulang harga dan jumlah pesawat yang akan dibeli. Namun pabrikan China tidak dapat menerima dan mengancam akan menggugat Merpati sebesar 1 miliar dolar AS.

Tampaknya memang ada wilayah-wilayah yang belum diperoleh kesepakatan bersama. Karena itu, penyelesaiannya harus kembali ke G to G. Permasalahan pembiayaan proyek PLN ini, jelas sudah masuk ke ranah politik, padahal permasalahan Merpati ini berpotensi untuk masuk ke arbitrase internasional. Selain problema PLN ini, pemerintah juga punya PR lain, yaitu menegosiasi kembali harga LNG ex Tangguh, Papua.

Disisi lain, para investor dan kontraktor asal China dari proyek 10.000 MW sebenarnya telah meraup keuntungan besar di sektor ketenagalistrikan. Salah satunya adalah penggunaan produk dan bahan baku baja dari China yang berjumlah sangat besar dan diimpor langsung dari China. Bahkan, produksi baja di negara itu terdongkrak sangat signifikan.

Sebelum mencuatnya kasus Merpati, sindikasi bank Cina sudah setuju untuk memberikan pinjaman sebesar US$ 3 miliar untuk proyek pembangkit 10 ribu megawatt tahap pertama. Namun hingga kini bank-bank Cina menghentikan pengucuran kredit dan meminta kenaikan bunga pinjaman.

Memang mengurus negara ini lebih mudah mewacanakan dari mengimplemntasikannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s